Kapanlagi.com – PSIS Semarang mewaspadai permainan tuan rumah Persik Kediri saat kedua tim bertemu pada pertandingan lanjutan Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Indonesia (LI) XIII di Kediri, Jatim, Kamis (13/12).
Pelatih PSIS, Sartono Anwar usai memimpin Julio Lopez dan kawan-kawan latihan di Stadion Jatidiri Semarang, Senin, mengatakan, tim asuhan pelatih Daniel Roekito itu memiliki gaya permainan dengan umpan-umpan pendek yang cepat.
Di samping itu, kata dia, Christian Gonzales dan kawan-kawan juga harus diwaspadai dengan umpan satu-dua yang menusuk ke pertahanan lawan. “Kita harus bekerja keras untuk mengantisipasi gaya permainan mereka,” katanya.
Terus terang, kata dia, pada pertandingan mendatang timnya tetap akan memperagakan permainan menyerang mengingat tim Mahesa Jenar masih memerlukan tambahan nilai.
“Kalau kita main bertahan tentunya kemungkinan untuk mencetak gol kecil, jadi kita tetap harus tampil menyerang untuk menciptakan peluang mencetak gol tetapi juga tetap memperhatikan barisan pertahanan,” katanya.
Pertemuan dengan Persik Kota Kediri mendatang merupakan yang ketiga kali bagi PSIS Semarang. Pertama saat partai final Liga Indonesia XII di Stadion Manahan Solo bulan Juli 2006, saat itu tim Mahesa Jenar kalah 0-1 melalui gol tunggal yang diciptakan Christian Gonzales pada perpanjangan waktu 2X15 menit.
Kemudian pada pertandingan berikutnya, PSIS berhasil membalas kekalahan pada pertandingan putaran pertama LI XIII di Stadion Jatidiri Semarang dengan kemenangan cukup meyakinkan, 3-1.
Ketika ditanya soal jadwal pertandingan LI XIII yang terlalu lama istirahat, mengingat pertandingan terakhir PSIS adalah tanggal 25 November 2007, dia mengatakan, tidak, justru dengan ini timnya bisa banyak melakukan persiapan untuk menyongsong pertandingan di kandang lawan.
Usai melawan Persik Kota Kediri, Julio Lopez dan kawan-kawan kembali akan bertanding melawan tuan rumah Persema Malang, Minggu (16/12).
Pada saat lawan Persik Kediri, striker PSIS Khusnul Yakin tidak bisa dimainkan karena mendapat akumulasi dua kartu kuning (yang terakhir saat PSIS menjamu Pelita Jaya Purwakarta di Semarang).
“Tidak masalah dengan absennya Khusnul karena dalam beberapa pertandingan sebelumnya, kita juga kehilangan sampai dua pemain juga tidak ada persoalan, apalagi sekarang ini hanya satu,” katanya.
Ia menyebutkan, untuk pengganti Khsunul Yakin, masih ada Joao Carlos, M. Ridwan, Bangun Permana. “Tergantung siapa yang siap, dialah yang akan dimainkan lawan Persik,” katanya. (*/cax)